Konferensi Cabang (Konfercab) ke-II Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tidore Kepulauan resmi ditutup pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula SMK Negeri 1 Tidore Kepulauan, forum musyawarah tertinggi tingkat cabang ini menetapkan kepemimpinan baru untuk masa khidmah lima tahun ke depan.
Melalui proses musyawarah mufakat yang berlangsung khidmat, Syafruddin Karim resmi ditetapkan sebagai Ketua PCNU Kota Tidore Kepulauan periode 2025–2030. Ia terpilih setelah menyisihkan dua kandidat lainnya, yakni Amir Abdullah dan Anim Fatahna Djabir.
Dalam pidato perdananya sebagai ketua terpilih, Syafruddin Karim, menekankan pentingnya sinergi, kebersamaan, dan semangat gotong royong di antara seluruh elemen Nahdlatul Ulama. Ia juga menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada ketua demisioner, Anim Fatahna Djabir, atas fondasi organisasi yang telah dibangun selama masa kepemimpinannya.
“Saya berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan
ini. Apa yang sudah berjalan baik akan kita teruskan dan perkuat bersama-sama,” ujar Syafruddin dengan nada optimis.
Usai terpilih, Syafruddin menyatakan akan segera melakukan konsolidasi internal dengan merampungkan struktur kepengurusan PCNU agar roda organisasi dapat segera bergerak secara efektif. Ia menegaskan komitmennya menjaga amanah organisasi demi membawa PCNU Tidore Kepulauan semakin berperan aktif dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Konfercab II yang juga Ketua PC GP Ansor Kota Tidore Kepulauan, Jafar Noh Idrus, menyampaikan sejumlah pesan strategis kepada kepengurusan baru. Ia berharap PCNU di bawah kepemimpinan Syafruddin mampu menjaga marwah organisasi sesuai dengan kultur dan nilai-nilai Nahdliyin.
Menurut Jafar, terdapat dua pilar utama yang harus menjadi perhatian pengurus PCNU ke depan, yakni menjaga silaturahmi yang erat di antara warga Nahdliyin serta menerapkan tata kelola organisasi yang rapi dan profesional.
“Tantangan zaman di era modern menuntut NU tampil sebagai organisasi yang berwatak intelektual dan menjadi aktor strategis. PCNU harus mampu merespons berbagai problematika sosial di Kota Tidore dengan solusi-solusi yang konkret,” tegas Jafar.


Tinggalkan Balasan