Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menegaskan bahwa evaluasi dan roling jabatan aparatur sipil negara (ASN) akan dilaksanakan pada Januari 2026. Proses tersebut dipastikan tidak didasarkan pada suka atau tidak suka, melainkan murni pada kinerja melalui penerapan Manajemen Talenta (MT).

Wali Kota Tidore menyampaikan, dalam evaluasi tersebut akan ada pejabat yang digeser hingga berstatus nonjob. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut harus diterima sebagai konsekuensi dari hasil penilaian kinerja.

“Nanti ada yang digeser dan ada yang nonjob. Jadi, kalau nonjob itu harus terima,” tegas Muhammad Sinen.

Selain itu, manajemen Talenta, evaluasi juga mempertimbangkan faktor loyalitas. Wali Kota mencontohkan masih adanya pejabat yang tidak menindaklanjuti perintah pimpinan serta bekerja tanpa melibatkan bawahan.

“Ada yang saya minta buat ini dan itu, tapi sampai sekarang tidak ada. Ada juga yang kerja tapi tidak mau libatkan anak buah,” ungkapnya.

Evaluasi tidak hanya menyasar pejabat eselon II, tetapi juga eselon III dan IV, mengingat masih terdapat sejumlah jabatan yang kosong di lingkungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.
Hal senada disampaikan Kepala Badan

Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tidore Kepulauan, Rusdy Thamrin, menjelaskan bahwa penerapan Manajemen Talenta mulai berlaku efektif sejak Januari 2026 dan telah memiliki dasar Surat Keputusan (SK) yang siap ditindaklanjuti.

Rusdy memaparkan, dalam sistem Manajemen Talenta terdapat sembilan kotak penilaian yang terbagi atas dua aspek, yakni kinerja dan potensi. Aspek kinerja diklasifikasikan menjadi di bawah ekspektasi, sesuai ekspektasi, dan di atas ekspektasi. Sementara potensi terbagi menjadi rendah, menengah, dan tinggi.

“Dalam sembilan kotak MT itu, yang dapat diusulkan adalah mereka yang berada di kotak 7, 8, dan 9, dengan prioritas utama pada kotak 9,” jelas Rusdy.

Ia menambahkan, hasil profiling yang dilakukan BKPSDM sebelumnya menjadi dasar penilaian kinerja. Untuk evaluasi eselon II sepenuhnya merujuk pada sembilan kotak Manajemen Talenta, sedangkan eselon III dan IV lebih menitikberatkan pada aspek potensi serta kesesuaian latar belakang jabatan.

Redaksi
Editor
Redaksi
Reporter