Universitas Bumi Hijrah (UNIBRAH) Tidore Kepulauan terus memperluas jejaring kemitraan dengan perguruan tinggi nasional, salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan Universitas Nasional (UNAS) Jakarta.
Penjajakan kerja sama tersebut menjadi momentum untuk membahas peluang kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya dalam bidang akademik, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mencakup tata kelola perguruan tinggi serta pengembangan kemahasiswaan.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Rektorat UNAS Jakarta, pada Senin 21 September 2026, mempertemukan Wakil Rektor III UNIBRAH Bidang Kemahasiswaan, Mansyur Djamal, didampingi Ketua Ikatan Alumni UNIBRAH Jabodetabek, Nurima Alting dengan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNAS Jakarta, Prof. Dr. Erna Ernawati Chotim, M.Si., yang didamping Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni Kamaruddin Salim, S.Sos., M.Si.
Waret III UNIBRAH, Mansyur Djamal, mengatakatan pertemuan tersebut membahas ruang lingkup kerja sama tidak hanya bertumpu pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga diperluas hingga aspek tata kelola perguruan tinggi.
“Perluasan tersebut membuka peluang bagi kedua universitas untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat kelembagaan, serta mengembangkan praktik tata kelola yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan perguruan tinggi saat ini,” ungkapnya.
Kata Mansyur, kolaborasi dalam penguatan bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kedua universitas melihat terbukanya peluang untuk mengembangkan riset dan program pengabdian bersama, khususnya yang memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
“Kerja sama berbasis SDGs ini diharapkan tidak berhenti pada pengembangan akademik semata, tetapi juga menghasilkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Mansyur bilang sektor kemahasiswaan turut menjadi bagian dari pembahasan antara UNAS Jakarta dan UNIBRAH Tidore. Berbagai bentuk kegiatan bersama berpeluang dikembangkan, termasuk pertukaran kegiatan, program kolaboratif, serta pengembangan kapasitas mahasiswa.
“Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh ruang yang lebih luas untuk belajar, berjejaring, bertukar pengalaman, dan mengembangkan kompetensi di luar lingkungan kampus masing-masing,” ucapnya.
Dosen Ilmu Pemerintahan itu menambahkan, salah satu agenda yang mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut adalah rencana pengembangan kelas kerja sama antara UNAS Jakarta dan UNIBRAH Tidore. Program ini dinilai dapat menjadi ruang kolaborasi akademik sekaligus membuka akses pembelajaran yang lebih luas bagi mahasiswa UNIBRAH.
“Melalui kelas kerja sama ini, mahasiswa UNIBRAH berkesempatan mengikuti proses pembelajaran bersama dosen-dosen UNAS Jakarta melalui skema hybrid. Dengan model tersebut, pelaksanaan perkuliahan menjadi lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi kedua perguruan tinggi,” jelasnya.
Menurutnya, skema tersebut tidak hanya memperluas pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga membuka peluang terjadinya pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara civitas akademika UNIBRAH dan UNAS.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus memperluas jejaring akademik mahasiswa,” paparnya.
Mansyur menyebut, pertemuan antara UNAS dan UNIBRAH menjadi langkah awal dalam membangun sinergi yang lebih luas antara kedua perguruan tinggi. Sinergi tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola perguruan tinggi, hingga pengembangan kemahasiswaan.
“Bagi UNIBRAH, penjajakan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperkuat jejaring kelembagaan sekaligus membuka lebih banyak ruang kolaborasi bagi sivitas akademika,” tutupnya.
Sementara, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNAS Jakarta, Prof. Dr. Erna Ernawati Chotim, M.Si, menyampaikan saat ini, Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua perguruan tinggi tengah memasuki tahap pembobotan program.
Guru Besar UNAS Jakarta itu sebut proses pembobotan dilakukan agar kerja sama yang dibangun tidak sekadar bersifat administratif, tetapi memiliki fokus program yang jelas dan dapat diimplementasikan.
“Pembobotan tersebut dilakukan untuk memfokuskan pada program tertentu,” ujar Erna.
Menurutnya, tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan ruang lingkup kerja sama yang akan dijalankan oleh UNIBRAH dan UNAS Jakarta. Dengan adanya fokus program, implementasi MoU diharapkan dapat lebih terarah serta memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi.
“Kerja sama tersebut sekaligus diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, khususnya dalam pengembangan bidang kemahasiswaan, akademik maupun program lain yang disepakati bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan