Universitas Bumi Hijrah (UNIBRAH) Kota Tidore Kepulauan terus memperluas jejaring kerja sama untuk mendukung pengembangan pendidikan dan peningkatan kesejahteraan mahasiswa.

Langkah tersebut diwujudkan melalui pertemuan UNIBRAH dengan Tim Divisi Pendidikan dan Vokasional BAZNAS Republik Indonesia guna membahas peluang kemitraan antara perguruan tinggi dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya UNIBRAH membangun ekosistem kampus yang lebih kuat dalam pengelolaan zakat sekaligus membuka akses terhadap berbagai program pendidikan yang diselenggarakan BAZNAS RI.

Dalam pembahasan tersebut, Aly Hanafiyan selaku Tenaga Pendukung/PKWT BAZNAS RI, menjelaskan bahwa salah satu persyaratan bagi perguruan tinggi yang ingin menjalin kemitraan adalah memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

“Keberadaan UPZ di lingkungan kampus menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung pengumpulan dan pengelolaan zakat sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan BAZNAS,” ungkapnya.

Hanafiyan bilang, selain aspek kelembagaan, pertemuan juga membahas peluang kemitraan dalam bidang pendidikan, khususnya melalui Program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB).

Kata dia, pada tahun 2026 BAZNAS RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) membuka Program Beasiswa Cendekia BAZNAS di 246 perguruan tinggi yang tersebar di 35 provinsi.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 112 perguruan tinggi berada di bawah Kemendiktisaintek dan 134 perguruan tinggi berada di bawah Kementerian Agama,” tuturnya.

Hanafiyan sebut, program tersebut menjadi salah satu peluang strategis yang dapat dimanfaatkan perguruan tinggi untuk memberikan dukungan lebih luas kepada mahasiswa yang memenuhi persyaratan. Untuk tahun 2026, Program Beasiswa Cendekia BAZNAS ditujukan bagi mahasiswa aktif jenjang D4/S1, khususnya mahasiswa semester 5.

“Bentuk dukungan yang diberikan antara lain subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT), pembinaan dan pengembangan diri, bantuan prestasi, serta bantuan riset tugas akhir sebesar Rp4 juta per mahasiswa,” paparnya.

Sementara, Wakil Rektor III UNIBRAH Bidang Kemahasiswaan, Mansyur Djamal, menambahkan bagi UNIBRAH, peluang kemitraan ini tidak hanya berkaitan dengan program beasiswa.

“Tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola zakat di lingkungan perguruan tinggi dan membangun kolaborasi berkelanjutan dengan BAZNAS RI,” ucapnya.

Dosen Ilmu Pemerintahan itu menyampaikan proses administrasi dan tindak lanjut kerja sama akan dikoordinasikan melalui Biro KKH. Karena itu, UNIBRAH perlu memastikan kesiapan dokumen serta menetapkan person in charge (PIC) yang akan menangani komunikasi dan koordinasi dengan pihak BAZNAS RI.

“Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika UNIBRAH, khususnya dalam memperluas kesempatan mahasiswa memperoleh dukungan Pendidikan,” katanya.

Wakil Rektor III UNIBRAH menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., yang telah memfasilitasi pertemuan antara UNIBRAH dan Tim Divisi Pendidikan dan Vokasional BAZNAS RI.

“Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi UNIBRAH dalam membuka ruang kolaborasi dengan BAZNAS RI, khususnya di bidang pendidikan, penguatan pengelolaan zakat di lingkungan perguruan tinggi, serta peluang pengembangan program beasiswa bagi mahasiswa,” pungkasnya.

Andi Naser
Editor
Andi Naser
Reporter