Menjelang lima hari perayaan Idulfitri 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi, aktivitas pemudik di Pelabuhan Ferry Bastiong, Kota Ternate, mulai mengalami peningkatan signifikan. Lonjakan tersebut terlihat dari antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat yang hendak menyeberang ke sejumlah wilayah kepulauan di Maluku Utara.

Pantauan di lokasi menunjukkan kawasan pelabuhan semakin ramai sejak pagi hari. Para pemudik memadati area antrean untuk menunggu giliran masuk ke kapal penyeberangan.

Menghadapi arus mudik Idulfitri tahun ini, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ternate telah menyiapkan sejumlah armada kapal untuk melayani berbagai rute pelayaran antar pulau di Maluku Utara. Selain armada, pihak ASDP juga melakukan sejumlah pembenahan fasilitas guna meningkatkan kenyamanan penumpang.

Beberapa fasilitas yang disiapkan antara lain tenda teduh di area parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat, penambahan kursi di ruang tunggu penumpang, hingga perbaikan fasilitas toilet. Tak hanya itu, posko pelayanan juga didirikan dengan melibatkan petugas gabungan untuk membantu kelancaran arus mudik.

Saat ini masyarakat juga memanfaatkan program tiket penyeberangan bersubsidi sebesar 50 persen yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kota Ternate. Kebijakan tersebut turut mendorong meningkatnya jumlah penumpang yang melakukan perjalanan mudik.

Kepadatan penumpang terlihat pada kapal KM Gorango yang berangkat dari Pelabuhan Ferry Bastiong menuju Pulau Moti dan Makian.

General Manager PT ASDP Cabang Ternate, Mushar Usman, mengatakan bahwa sejak pagi hari aktivitas pelayanan di Pelabuhan Bastiong sudah sangat padat, khususnya untuk rute Bastiong–Sofifi.

“Pelayanan di pelabuhan sejak pagi sangat membludak, terutama untuk lintasan Bastiong–Sofifi. Namun penumpang maupun kendaraan mulai terurai secara bertahap sejak pagi,” ujar Mushar saat ditemui di lokasi, Senin (16/3/2026).

Ia menjelaskan, saat ini kapal KMP Gorango sementara ditugaskan melayani rute Moti–Makian guna mengurangi penumpukan penumpang. Sebelumnya lintasan tersebut dilayani oleh KMP Lompa.

“Penugasan KMP Gorango hanya bersifat sementara untuk mengurai kepadatan. Sebenarnya lintasan Bastiong–Moti–Makian–Kayoa hingga Bacan dilayani oleh KMP Lompo,” jelasnya.

Menurut Mushar, langkah tersebut diambil setelah pihak ASDP berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Maluku Utara.

“Kami sudah berkonsultasi dengan Dishub Provinsi dan BPTD, sehingga sejak Sabtu kemarin kami menambah layanan untuk mengisi rute Makian–Moti,” katanya.

Ia menambahkan, puncak arus mudik untuk wilayah Moti, Makian, Kayoa, dan Babang diperkirakan terjadi pada Senin, 16 Maret 2026. Sementara pada Rabu, 18 Maret, jumlah penumpang diprediksi mulai berangsur menurun.

Secara keseluruhan, ASDP menyiapkan sebanyak 25 lintasan penyeberangan dengan total 18 armada kapal yang terdiri dari 13 kapal milik ASDP dan 5 kapal milik swasta.

“Prediksi kami, puncak arus mudik di seluruh titik penyeberangan Maluku Utara terjadi pada 17, 18, dan 19 Maret. Sedangkan arus balik diperkirakan berlangsung pada 22, 23, dan 24 Maret. Besok, Selasa 17 Maret, kami juga merencanakan uji coba pola operasional khusus Bastiong–Sofifi selama 24 jam,” pungkas Mushar.

Redaksi
Editor
Redaksi
Reporter