Seorang warga Desa Gitaraja, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat pergi memanah ikan, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di kawasan hutan mangrove, Senin 23 Februari 2026.

Korban diketahui bernama Mahmud (L), seorang petani, warga Desa Gitaraja RT 06 RW 03. Ia dilaporkan hilang setelah tidak kembali dari aktivitas memanah ikan yang biasa dilakukannya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Iwan Ramdani, dalam keterangan pers menyampaikan bahwa pada pukul 14.30 WIT, Tim Rescue Kansar Ternate tiba di Pelabuhan Sofifi dan selanjutnya bergerak menuju Desa Gitaraja untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.

“Pada pukul 15.10 WIT, saat tim sedang dalam perjalanan menuju lokasi kejadian, kami menerima informasi dari Tim SAR Gabungan di lapangan bahwa korban telah ditemukan oleh warga Desa Gitaraja di kawasan hutan mangrove pada koordinat 0°23’51.57″N / 127°37’8.05″E dalam keadaan meninggal dunia,” jelas Iwan.

Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi ke kediamannya oleh masyarakat setempat yang dibantu Babinsa dan pihak Polsek setempat untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga guna proses lebih lanjut.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Iwan Ramdani menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut, termasuk masyarakat Desa Gitaraja, Polsek setempat, Babinsa, serta BPBD Kota Tidore Kepulauan yang telah bersinergi dalam proses pencarian.

“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh Tim SAR Gabungan atas kerja sama dan dedikasinya sehingga korban dapat ditemukan. Kami juga turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,” ungkapnya.

Adapun unsur yang terlibat dalam operasi SAR ini antara lain Basarnas Ternate, BPBD Kota Tidore Kepulauan, Polsek setempat, Babinsa setempat, potensi SAR lainnya, keluarga korban, serta masyarakat Desa Gitaraja.

“Jumlah korban dalam peristiwa ini sebanyak 1 orang,” tutupnya.

Redaksi
Editor
Redaksi
Reporter