Tim SAR gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate bergerak cepat melakukan pencarian terhadap seorang lansia yang dilaporkan hilang di hutan Desa Gandasuli, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Rabu 25 Februari 2026.

Korban diketahui bernama Halimah (70 Tahun), warga Desa Gandasuli, Kecamatan Bacan Selatan. Ia dilaporkan belum kembali ke rumah setelah pergi ke hutan pada Rabu, 25 Februari 2026, sekitar pukul 16.30 WIT. Berdasarkan keterangan keluarga, korban pergi seorang diri dengan kondisi kesehatan yang sudah pikun.

Kekhawatiran mulai muncul ketika hingga pukul 18.00 WIT, Halimah tak kunjung pulang. Sang anak yang menyadari ibunya belum kembali segera memberitahukan keluarga dan warga sekitar. Upaya pencarian secara mandiri pun dilakukan oleh masyarakat bersama keluarga korban di sekitar lokasi yang biasa dikunjungi. Namun hingga beberapa hari berselang, korban belum berhasil ditemukan.

Kepala Desa Gandasuli kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada USS Halsel untuk meminta bantuan SAR. “Menindaklanjuti laporan itu, tim dari Kantor SAR Ternate langsung diberangkatkan menuju kediaman korban di Desa Gandasuli menggunakan rescue car,” ungkapnya

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Ternate, Ferdinando J. Rugebret, menjelaskan bahwa setibanya di lokasi, tim segera melakukan koordinasi dengan pihak keluarga guna menggali informasi terakhir keberadaan korban.

“Dari keterangan yang diperoleh, Halimah terakhir terlihat di kebun warga pada koordinat 0°40’56.98″S 127°28’51.65″E,” tuturnya.

Namun, upaya pencarian pada Rabu malam terpaksa dihentikan sementara. Hingga pukul 19.15 WIT, hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sehingga kondisi medan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan pencarian demi keselamatan tim.

“Operasi SAR dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Kamis, 26 Februari 2026 pukul 07.00 WIT sesuai rencana operasi yang telah disusun,” paparnya.

Dalam operasi ini, sejumlah unsur terlibat, di antaranya personel USS Halsel, BPBD Halmahera Selatan, Polres Halmahera Selatan, Kodim 1509/Labuha, keluarga korban, serta masyarakat Desa Gandasuli yang turut membantu penyisiran area hutan.

Redaksi
Editor
Redaksi
Reporter