Seorang nelayan asal Pulau Talaud, Sulawesi Utara dilaporkan hilang setelah terjatuh dari longboat saat melaut di perairan Kabupaten Halmahera Utara.
Laporan kejadian diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate dari rekan korban, Siringer Manambing, yang saat itu bersama korban di laut.
Berdasarkan kronologi, pada Senin, 9 Februari 2026 pukul 11.00 WIT, korban bersama pelapor berangkat dari Desa Pitu, Kabupaten Halmahera Utara menuju Pulau Sail untuk memancing.
Setelah beberapa hari melaut, pada Minggu, 15 Februari 2026 sekitar pukul 21.00 WIT, dalam perjalanan kembali, korban terjatuh ke laut di perairan Pulau Jiew saat berada di buritan longboat untuk buang air kecil.
Pelapor yang tengah mengemudikan perahu baru menyadari korban tidak berada di atas kapal sekitar lima menit kemudian. Upaya pencarian mandiri selama kurang lebih tiga jam telah dilakukan, namun korban belum ditemukan.
Selanjutnya, kejadian tersebut dilaporkan ke Kantor SAR Ternate untuk meminta bantuan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Siaga SAR Halmahera Timur (USS Haltim) segera dikerahkan menuju lokasi kejadian perkara (LKP) untuk melaksanakan operasi SAR, mengingat unsur tersebut merupakan tim terdekat dari lokasi.
Pada pukul 06.18 WIT, Tim Rescue USS Haltim bersama unsur terkait bergerak menuju LKP menggunakan longboat milik Polairud guna melaksanakan pencarian dan evakuasi.
Unsur yang terlibat dalam operasi SAR gabungan meliputi USS Haltim, Pos AL Haltim, Pos Polairud Haltim, masyarakat setempat, serta keluarga korban.
Identitas korban diketahui bernama Jekson Samura (50), laki-laki, warga Desa Lahu, Kecamatan Geme, Kabupaten Pulau Talaud, Provinsi Sulawesi Utara.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus berlangsung. Perkembangan selanjutnya akan disampaikan kemudian.
Penulis: Redaksi



Tinggalkan Balasan