Panitia Gurabati Open Tournament (GOT) XXVIII-2026 terus mematangkan persiapan jelang kick-off dengan menggelar audiensi bersama PSSI Maluku Utara pada Jumat, 10 April 2026. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan turnamen berjalan sesuai standar, sekaligus memperkuat koordinasi antara panitia dan otoritas sepak bola di daerah.

Dalam audiensi tersebut, PSSI Maluku Utara menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan GOT XXVIII-2026. Turnamen ini dinilai memiliki peran penting dalam menghidupkan atmosfer kompetisi sepak bola lokal, sekaligus menjadi wadah pembinaan bagi talenta-talenta muda di Maluku Utara.

Namun di balik dukungan tersebut, Sekretaris PSSI Maluku Utara, Aldhy Ali, memberikan penekanan tegas terhadap aspek teknis pertandingan. Ia meminta panitia benar-benar mengunci penerapan regulasi terbaru (updated regulation) yang mengacu pada ketentuan resmi PSSI dan IFAB.

Menurutnya, penerapan regulasi ini tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi harus dijalankan secara disiplin di lapangan. Mulai dari perilaku dan kedisiplinan pemain, profesionalitas perangkat pertandingan, hingga pengaturan area teknis harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini penting untuk menjaga kualitas pertandingan sekaligus meminimalisir potensi konflik selama turnamen berlangsung.

Aldhy juga menyoroti pentingnya kesiapan perangkat pertandingan sebagai garda terdepan dalam menegakkan aturan. Untuk itu, ia meminta adanya penyegaran (refreshing) sebelum kick-off, yang akan dipimpin oleh Aries Papuling. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh wasit dan perangkat memahami pembaruan regulasi serta mampu menerapkannya secara konsisten di setiap laga.

Menanggapi arahan tersebut, Ketua Panitia GOT XXVIII-2026, Muhammad Ervan Ibrahim, menyatakan komitmen penuh untuk menjalankan seluruh rekomendasi yang diberikan PSSI Maluku Utara. Ia menegaskan, panitia tidak hanya fokus pada kelancaran teknis penyelenggaraan, tetapi juga ingin menghadirkan turnamen dengan standar yang lebih profesional.

Ervan menyebut, GOT XXVIII-2026 ditargetkan naik kelas dan menjadi tolok ukur (benchmark) bagi turnamen tarkam lainnya di Maluku Utara. Menurutnya, selama ini turnamen tarkam sering kali hanya dipandang sebagai hiburan, padahal memiliki potensi besar untuk menjadi ruang edukasi bagi masyarakat dalam memahami regulasi sepak bola yang benar.

“Komitmen kami jelas, GOT XXVIII-2026 tidak hanya sekadar tontonan, tetapi harus menjadi standar baru tarkam yang lebih profesional, tertib, dan berkualitas. Kami ingin menghadirkan pertandingan yang fair sekaligus mendidik,” ujar Ervan.

Ia menambahkan, dengan penerapan regulasi yang ketat dan dukungan penuh dari PSSI Maluku Utara, GOT diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola lokal. Tidak hanya dari sisi kompetisi, tetapi juga dalam membangun budaya sepak bola yang lebih disiplin dan berintegritas.

Dengan kesiapan yang terus dimatangkan serta sinergi antara panitia dan PSSI Maluku Utara, GOT XXVIII-2026 optimistis dapat terselenggara dengan sukses dan menjadi role model bagi turnamen tarkam yang lebih profesional di masa mendatang.

Redaksi
Reporter