Universitas Khairun (Unkhair) Ternate mulai menurunkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahap I pada Rabu, 24 Juni 2026.
Sejumlah mahasiswa ditempatkan di berbagai wilayah, termasuk Kelurahan Gurabati, Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan, yang menjadi salah satu lokasi pelaksanaan KKN tahun ini.
Kedatangan mahasiswa KKN di Kelurahan Gurabati disambut langsung oleh Kepala Kelurahan Gurabati, Muhammad Abdurahim, bersama jajaran pemerintah kelurahan di Aula Kantor Kelurahan Gurabati. Penyambutan tersebut menjadi awal dari kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjalankan berbagai program pengabdian selama masa KKN.
Memasuki hari kedua sejak berada di Gurabati, mahasiswa mulai melakukan pemetaan sosial, budaya, serta mengidentifikasi berbagai potensi lokal yang dinilai memiliki nilai ekonomi, edukatif, maupun potensi pengembangan lainnya.
Langkah ini dilakukan sebagai dasar untuk memahami kondisi sosial dan lingkungan masyarakat sehingga program kerja yang akan dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan dan permasalahan di lapangan.
Pemetaan tersebut juga menjadi bagian penting dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKN, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah sebagai solusi atas berbagai persoalan masyarakat, sekaligus menghadirkan ruang kreativitas dan inspirasi yang dapat memberikan manfaat bersama.
Hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa Kelurahan Gurabati memiliki karakteristik sosial yang dinamis. Selain berada di Pulau Tidore, wilayah ini dikenal sebagai penyelenggara berbagai kegiatan masyarakat yang telah menjadi tradisi tahunan, seperti Sepekan Muharam, Pekan Ramadan, serta Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang rutin digelar setiap Agustus dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Namun, dari berbagai agenda tersebut, perhatian mahasiswa KKN tertuju pada penyelenggaraan Gurabati Open Tournament (GOT) ke-28 Tahun 2026, yang bertepatan dengan masa pengabdian mereka di kelurahan tersebut. Event sepak bola yang dijuluki sebagai “Piala Dunia Tarkam” Maluku Utara itu telah menjadi ikon olahraga masyarakat, bahkan dikenal luas sebagai salah satu turnamen sepak bola antar kampung terbesar di Indonesia.
Momentum tersebut dinilai menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk turut memberikan kontribusi kepada panitia maupun masyarakat dalam menyukseskan penyelenggaraan GOT.
Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya sebatas menjalankan program akademik, tetapi juga menjadi bagian dari semangat gotong royong yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat Gurabati.
Dari berbagai percakapan dengan warga, mahasiswa menemukan bahwa kesuksesan GOT bukan hanya terletak pada kemeriahan pertandingan sepak bola, melainkan juga pada kuatnya solidaritas sosial, kekompakan, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan masyarakat dalam merancang, menjaga, dan mempertahankan eksistensi turnamen tersebut selama puluhan tahun.
Melihat karakteristik masyarakat Gurabati yang aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial, budaya, dan olahraga yang berdampak pada peningkatan ekonomi lokal, mahasiswa KKN optimistis dapat membangun ruang kolaborasi yang lebih luas. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi media pertukaran pengetahuan antara mahasiswa dan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai pengabdian yang menjadi tujuan utama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, kehadiran mahasiswa KKN Unkhair di Kelurahan Gurabati diharapkan mampu menghadirkan program-program yang inovatif, relevan, dan berkelanjutan, sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berbasis potensi lokal.

Tinggalkan Balasan