Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-25, Universitas Nuku akan menggelar Dialog Internasional Afrika Selatan-Indonesia yang akan diselenggarakan pada tanggal 25 September 2026 mendatang.
Rektor Universitas Nuku Kota Tidore, Idris Sudin kepada wartawan mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-25 yang diarahkan tidak hanya sebagai seremoni tahunan.
“tetapi juga sebagai bentuk kontribusi kampus kepada masyarakat.” Katanya pada Senin 14 September 2026.
Menurut Idris, pelaksanaan dialog internasional tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan konsep kampus berdampak, melalui kegiatan akademik yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional.
Sementara itu, Ketua Komite kegiatan Abdul Kader Ali menjelaskan, Dialog Internasional Afrika Selatan–Indonesia merupakan kolaborasi Universitas Nuku dengan Yayasan Negeri Rempah Jakarta melalui program International Forum Spaceroute yang bekerja sama dengan URSSAS Nuku.
“Dua kegiatan ini kami integrasikan dalam satu forum dialog sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-25 Universitas Nuku,” kata Abdul Kader.
Ia mengatakan, forum tersebut akan menghadirkan enam pembicara, masing-masing tiga dari Indonesia dan tiga dari Afrika Selatan. Pembicara berasal dari kalangan akademisi, sejarawan, antropolog serta unsur keluarga Tuan Guru.
Dari Indonesia, di antaranya antropolog Universitas Khairun Yanwar Syukur, sejarawan Dr. Nani Jafar, serta Amin Faruq dari unsur keluarga Tuan Guru di Tidore.
Sementara dari Afrika Selatan, terdapat Shafiq Morton, Prof. Muhammad Harun, serta Syekh Muttakin Rakib dari unsur keluarga Tuan Guru di Afrika Selatan.
Abdul Kader menyebutkan, persiapan kegiatan saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Panitia terus melakukan komunikasi dan konsolidasi dengan para pembicara dari Indonesia maupun Afrika Selatan.
“Persiapannya sudah hampir 80 persen. Tinggal komunikasi dan konsolidasi dengan pembicara dari Afrika Selatan dan Indonesia. Semuanya sudah siap,” ujarnya.
Menurut Abdul Kader, terdapat tiga target utama yang ingin dicapai dari forum tersebut. Pertama, menghasilkan naskah akademik untuk pengusulan Tuan Guru sebagai Pahlawan Nasional.
Kedua, hasil dialog akan ditindaklanjuti melalui kegiatan dengan skala yang lebih besar dalam bentuk seminar internasional.
Ketiga, membangun hubungan kerja sama antara Universitas Nuku, Yayasan Negeri Rempah dan pihak Afrika Selatan, terutama dalam bidang penelitian kolaboratif, ekonomi, kebudayaan dan pendidikan.
“Harapannya ada penelitian kolaborasi, kerja sama dalam bidang ekonomi, kebudayaan dan pendidikan,” katanya.
Selain Dialog Internasional Afrika Selatan–Indonesia, rangkaian Dies Natalis ke-25 Universitas Nuku juga akan menghadirkan Dialog Nuku Kampus dengan tema “Universitas Nuku dan Masa Depan Inovasi Kepulauan.”
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi Universitas Nuku untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat serta membangun jejaring kerja sama di tingkat nasional dan internasional.

Tinggalkan Balasan