Pertarungan sengit tersaji dalam laga penentuan juara Grup G Gurabati Open Tournament (GOT) XXVIII 2026 saat Rajawali Simau FC berhadapan dengan Poram Mareku, sore tadi. Duel dua tim yang sama-sama mengincar posisi puncak klasemen itu berlangsung dalam tensi tinggi dan menyuguhkan permainan menarik sepanjang 90 menit.

Sejak peluit awal dibunyikan, Rajawali Simau langsung menunjukkan ambisinya untuk menguasai pertandingan. Dimotori Ardian di lini tengah, wakil Halmahera Utara tersebut memainkan sepak bola menyerang dengan aliran bola cepat dan kombinasi umpan terukur yang beberapa kali merepotkan pertahanan Poram Mareku.

Namun, tekanan demi tekanan yang dilancarkan Rajawali Simau mampu dihadapi dengan baik oleh lini belakang Poram. Disiplin menjaga area pertahanan dan solid dalam mengantisipasi serangan lawan membuat tim asal Kota Tidore Kepulauan itu berhasil menjaga gawangnya tetap aman sepanjang babak pertama.

Di sisi lain, Poram Mareku juga tidak tinggal diam. Beberapa kali mereka mencoba membangun serangan balik cepat untuk mencuri peluang. Sayangnya, kokohnya pertahanan Rajawali Simau membuat setiap upaya yang dilakukan belum mampu menghasilkan ancaman berarti. Hingga turun minum, kedua tim masih bermain imbang tanpa gol.

Memasuki babak kedua, Rajawali Simau tampil dengan intensitas yang lebih tinggi. Tekanan yang terus mereka bangun akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-55. Liberty Hodjum sukses memecah kebuntuan setelah memanfaatkan peluang dengan baik dan membawa Rajawali Simau unggul 1-0.

Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan. Kepercayaan diri para pemain Rajawali Simau meningkat, sementara Poram Mareku dipaksa bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan. Hanya berselang empat menit, tepatnya menit ke-59, Masrul Bahri menggandakan keunggulan Rajawali Simau melalui penyelesaian akhir yang tak mampu dibendung penjaga gawang Poram.

Tertinggal dua gol, pelatih Poram Mareku, Fandy Mochtar, merespons dengan melakukan empat pergantian pemain sekaligus. Langkah itu sempat memberi energi baru bagi timnya. Permainan Poram menjadi lebih agresif dan beberapa kali berhasil menekan pertahanan Rajawali Simau.

Meski demikian, rapatnya barisan pertahanan Rajawali Simau membuat seluruh upaya Poram selalu kandas sebelum menghasilkan gol. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-0 tetap bertahan untuk kemenangan Rajawali Simau.

Kemenangan ini memastikan Rajawali Simau FC keluar sebagai juara Grup G dengan catatan impresif. Sementara itu, Poram Mareku harus puas menempati posisi runner-up. Meski pulang dengan kekalahan, Poram tetap mengamankan tiket ke babak berikutnya dan masih memiliki peluang untuk melanjutkan perjuangan di GOT XXVIII 2026.

Andi Naser
Editor
Rama
Reporter