Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur terus memperkuat langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di tengah pesatnya perkembangan investasi dan kawasan industri di daerah. Salah satu upaya tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Bupati Halmahera Timur, Drs. Ubaid Yakub, MPA, ke Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) di Sentul, guna membahas rencana pembangunan sekolah vokasi di Halmahera Timur.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Ubaid Yakub didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Timur, Ir. Ricky Chairul Ricfat, ST., MT, bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah, antara lain Kepala Bagian Umum dan Protokol, Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan, serta Kepala Bagian Komunikasi dan Dokumentasi Pimpinan.

Rombongan diterima langsung oleh Rektor Unhan RI, Letjen TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., beserta jajaran pimpinan universitas dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur dalam menjajaki kerja sama strategis dengan dunia pendidikan tinggi, khususnya untuk mendukung pendirian sekolah vokasi yang diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan industri yang terus berkembang di wilayah tersebut.

Di hadapan pimpinan Unhan RI, Bupati Ubaid Yakub memaparkan berbagai potensi unggulan yang dimiliki Halmahera Timur, mulai dari kekayaan sumber daya alam hingga meningkatnya arus investasi yang masuk ke daerah. Namun di balik pertumbuhan tersebut, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan besar dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan dan kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Kami membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan dunia industri. Kehadiran sekolah vokasi menjadi salah satu solusi strategis dalam menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Bupati.

Menurutnya, pembangunan SDM harus berjalan seiring dengan laju investasi agar masyarakat lokal dapat menjadi pelaku utama dalam pembangunan daerah dan tidak hanya menjadi penonton di tengah tumbuhnya berbagai proyek strategis.

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Ricky Chairul Ricfat, mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga kerja di daerah diproyeksikan mencapai sekitar 60.000 orang pada tahun 2028. Angka tersebut sejalan dengan ekspansi kawasan industri yang berkembang sebagai bagian dari kawasan pendukung Program Strategis Nasional (PSN).

“Harapan kami, sekolah vokasi ini dapat menjadi pusat pengembangan kompetensi tenaga kerja lokal sehingga masyarakat Halmahera Timur dapat mengambil peran lebih besar dalam berbagai peluang kerja yang tersedia di kawasan industri,” kata Ricky.

Sementara itu, Rektor Unhan RI, Anton Nugroho, menyambut baik inisiatif Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur. Ia menjelaskan bahwa Universitas Pertahanan RI memiliki berbagai fakultas dan program studi yang fokus pada pengembangan SDM unggul di berbagai bidang strategis, mulai dari teknologi, kesehatan, logistik, manajemen hingga pertahanan.

Menurutnya, Unhan RI tidak hanya berorientasi pada penguatan sektor pertahanan negara, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Pertemuan tersebut membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Unhan RI dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, khususnya dalam pengembangan pendidikan vokasi yang berbasis kebutuhan industri.

Dengan semakin pesatnya pertumbuhan investasi di Halmahera Timur, pembangunan sekolah vokasi dinilai menjadi langkah strategis untuk mencetak tenaga kerja yang siap pakai, meningkatkan daya saing masyarakat lokal, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan ekonomi daerah di masa depan.

Komitmen bersama yang terbangun dalam pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama konkret yang mampu menghadirkan manfaat besar bagi masyarakat Halmahera Timur, terutama dalam menciptakan SDM berkualitas yang siap menjawab tantangan industrialisasi dan pembangunan berkelanjutan.

Andi Naser
Editor
Riski
Reporter