Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak sekaligus mendorong percepatan pencegahan stunting hingga ke tingkat desa.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran insentif bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan bidan desa yang menyasar sebanyak 404 penerima manfaat di tiga kecamatan, yakni Wasile, Wasile Timur, dan Wasile Tengah.
Penyaluran yang dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), Rabu (19/8/2026), turut didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Timur, Ir. Ricky Chairul Richfat, ST., MT.
Tidak sekadar menyerahkan insentif, kehadiran Sekda menjadi momentum untuk berdialog langsung dengan para penerima manfaat serta tenaga kesehatan yang selama ini berada di garis depan pelayanan masyarakat.
Bagi Pemkab Haltim, program tersebut bukan semata-mata bantuan dalam bentuk insentif. Lebih dari itu, program ini dipandang sebagai bagian dari strategi memperkuat dukungan bagi ibu hamil dan ibu menyusui serta mendorong pencegahan stunting sejak masa awal kehidupan anak.
Dalam dialog bersama para bidan desa, Ricky mendengarkan berbagai kondisi dan kendala yang dihadapi tenaga kesehatan di lapangan. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah agar dukungan dan kebijakan yang diberikan ke depan semakin tepat sasaran serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Program ini merupakan bagian dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Timur. Karena itu, kita semua harus bersama-sama mengawal program ini agar berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ricky.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah daerah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan hingga masyarakat.
Karena itu, Ricky mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan setiap program pemerintah benar-benar terlaksana di lapangan, tepat sasaran, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para camat, kepala desa, dan tenaga kesehatan yang terus mendukung sekaligus mengawal berbagai program pemerintah daerah.
“Terima kasih kepada para camat dan kepala desa yang terus mendukung dan mengawal program-program pemerintah daerah. Kolaborasi seperti ini sangat penting agar setiap program benar-benar sampai kepada masyarakat dan memberikan dampak positif,” katanya.
Penyaluran insentif ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi ibu hamil dan ibu menyusui, sekaligus memperkuat peran bidan desa dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Lebih jauh, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Halmahera Timur dalam membangun ekosistem kesehatan yang kuat dari tingkat desa dan mempercepat penurunan angka stunting.
Dengan dukungan pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat, intervensi kesehatan diharapkan tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi terus berlanjut menjadi gerakan bersama untuk memastikan ibu dan anak di Halmahera Timur memperoleh layanan serta perhatian yang memadai.






Tinggalkan Balasan