Dua kota yang menyimpan jejak penting perjalanan Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS), Makassar dan Ternate, menjadi saksi perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 organisasi tersebut.
Di Makassar, sejarah kelahiran HPMS kembali dikenang. Sehari berselang di Ternate, semangat persaudaraan dan kesinambungan perjuangan kembali diteguhkan.
Dua perayaan itu berlangsung dalam suasana berbeda. Namun, keduanya membawa pesan yang sama: merawat sejarah, memperkuat persaudaraan antargenerasi, dan menyiapkan HPMS menghadapi masa depan.
HPMS genap berusia 67 tahun pada 20 September 2026. Usia tersebut menandai perjalanan panjang sejak organisasi ini didirikan pada 20 September 1959 di Kota Ujung Pandang, yang kini dikenal sebagai Makassar.
Pada 1957, sejumlah tokoh dan pemuda Sula yang berada di Kota Malang membangun sebuah kesepahaman mengenai pentingnya perjuangan bersama. Bertempat di Hotel Singosari, mereka menyatukan gagasan untuk menjamin pendidikan generasi penerus, mendorong kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, serta memperjuangkan pemekaran wilayah dan pembentukan Daerah Tingkat II Kepulauan Sula.
Kesepahaman tersebut kemudian dikenal sebagai “Singosari Agreement”, salah satu tonggak penting yang mengantarkan lahirnya HPMS.
Dua tahun kemudian, tepat pada 20 September 1959 di Kota Ujung Pandang, HPMS resmi berdiri sebagai wadah berhimpun dan perjuangan pelajar serta mahasiswa Sula. Organisasi itu membawa motto “DAD HIA TED SUA”, yang bermakna “Bersatu Memajukan Sula.”
Peringatan HUT ke-67 HPMS di Makassar digelar pada 20 September 2026. Sebagai kota tempat organisasi tersebut dilahirkan, Makassar menghadirkan nuansa historis yang kuat.
Perayaan berlangsung meriah dengan sejumlah atraksi budaya dan suasana kebersamaan. Sejumlah sesepuh HPMS turut hadir, di antaranya Drs. Syamsuddin Hamid dan Hi. Ruslan Soamole, bersama keluarga besar masyarakat Sula di Makassar serta jajaran Pengurus HPMS Cabang Makassar.
Ketua Umum PP HPMS Drs. H.M. Iqbal Ruray, melalui sambutan tertulis yang disampaikan Drs. Syamsuddin Hamid, menyampaikan apresiasi kepada HPMS Cabang Makassar yang telah menggagas peringatan tersebut.
Menurut Iqbal, Makassar memiliki ikatan emosional yang kuat dengan perjalanan HPMS karena di kota inilah organisasi tersebut didirikan oleh para sesepuh Sula.
“Atas nama Pengurus Pusat HPMS, saya menyampaikan terima kasih atas kontribusi pikiran dan gagasan HPMS Cabang Makassar. Juga terima kasih karena tetap menjaga rumah besar HPMS. Cabang Makassar adalah perisai HPMS. Di kota inilah organisasi ini didirikan dan di kota ini pula sejarah HPMS terukir,” tuturnya.
Iqbal menyampaikan komitmen Pengurus Pusat HPMS periode 2026–2031 untuk membangun kelembagaan yang solid, memperkuat konsolidasi, serta memastikan kaderisasi berjalan dari tingkat pusat hingga komisariat.
“Pengurus Pusat HPMS periode 2026–2031 memiliki tekad membangun HPMS yang kuat secara kelembagaan dan hidup sampai ke akar. Kita ingin PP hadir di tengah Cabang, Cabang hadir bersama Komisariat, Komisariat hadir bersama kader. Dan kader memiliki ruang untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola organisasi, kaderisasi, jejaring, dan kolaborasi agar HPMS dapat terus memberikan kontribusi bagi pembangunan Indonesia, Maluku Utara, khususnya Kepulauan Sula.
Fitra Handani Rajib, Formatur terpilih Pengurus HPMS Cabang Makassar, turut menyampaikan apresiasi kepada para sesepuh dan keluarga besar masyarakat Sula di Makassar yang mendukung pelaksanaan HUT ke-67.
Mahasiswa Program Studi Keperawatan Institut Nani Hasanuddin Makassar itu menegaskan komitmen pengurus cabang untuk menjalankan amanah Musyawarah Cabang. Sejumlah program yang telah dicanangkan, kata dia, mulai dilaksanakan.
Fitra juga mengajak seluruh kader HPMS untuk terus berinovasi, meningkatkan semangat belajar, mempererat persaudaraan, dan tetap tegak lurus memperjuangkan kepentingan masyarakat Sula.
“Para pendahulu sudah membangun organisasi ini untuk kita berhimpun dan mengembangkan diri. Tugas kita adalah terus tegak lurus pada visi organisasi HPMS agar mencapai tujuan yang dicita-citakan para pendahulu,” harapnya.
Mewakili para sesepuh, Drs. Hi. B. Masuku, mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan dan merawat hubungan antargenerasi.
Menurutnya, kekuatan HPMS akan tetap terjaga apabila generasi muda mampu menghargai sejarah, mempertahankan nilai-nilai persaudaraan, sekaligus berani melakukan pembaruan sesuai tuntutan zaman.
“Usia organisasi HPMS yang sudah 67 tahun ini hanya akan memiliki makna apabila setiap generasi mampu meneruskan nilai baik dari generasi sebelumnya dan memberikan sesuatu yang lebih baik kepada generasi berikutnya,” katanya.
Ketua Harian PP HPMS, Dr. Asrul Gailea, MM, menekankan pentingnya penguatan tata kelola organisasi, kaderisasi, komunikasi kelembagaan, serta pengembangan jejaring dan kolaborasi.
Ia mengajak seluruh pengurus agar lebih aktif menjalankan roda organisasi sehingga program-program yang telah dirancang tidak berhenti sebagai agenda di atas kertas.
“67 tahun HPMS bukan akhir dari sebuah perjalanan. Pada momentum ini, mari kita mengabdikan diri meneruskan perjuangan para pendiri untuk berkontribusi pada negeri,” jelasnya.
Asrul juga mengingatkan agar aktivitas organisasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
“Saya berharap para pengurus tidak hanya aktif ketika menyelenggarakan kegiatan seremonial, tetapi mampu membangun sistem organisasi yang berkelanjutan dan memberikan ruang yang lebih luas bagi kader untuk belajar, berdiskusi, melakukan penelitian, mengembangkan gagasan, serta terlibat dalam berbagai bentuk pengabdian kepada Masyarakat,” paparnya.
Menurut Asrul, HPMS perlu terus beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan identitas dan akar sosialnya. Dalam proses tersebut, persaudaraan tetap menjadi salah satu kekuatan yang memungkinkan seluruh elemen organisasi berjalan bersama.

Tinggalkan Balasan