Rektor Universitas Khairun (Unkhair), Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM secara resmi melepas Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) untuk menjalankan Program Mahasiswa Berdampak 2026 di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Pelepasan berlangsung di Ruang Senat Universitas, Lantai III Kampus II Unkhair Ternate, Senin 2 Februari 2026.
Tim akan mengemban misi kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat pascabencana di Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Program bertajuk “Integrasi Pendampingan Psikososial, Sanitasi Eco-Enzim, dan Seni Daur Ulang Limbah Pascabanjir” ini dirancang sebagai model pemberdayaan masyarakat berkelanjutan berbasis edukasi kesehatan dan lingkungan.
Pendekatan tersebut memadukan pendampingan trauma healing, inovasi sanitasi ramah lingkungan melalui eco-enzim, serta penguatan kreativitas warga lewat pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna.
Rektor Unkhair Prof. Abdullah menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Tri Dharma itu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi tidak boleh menjadi menara gading, tetapi harus menjadi menara cahaya yang menerangi dan memberi solusi atas persoalan masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, Program Mahasiswa Berdampak merupakan wujud komitmen Unkhair agar proses pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas. Mahasiswa dituntut mengimplementasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah dalam kehidupan nyata, khususnya di tengah masyarakat terdampak bencana.
“Tapanuli Selatan bukan hanya lokasi kegiatan, tetapi ruang belajar untuk membuktikan kapasitas keilmuan yang saudara miliki. Terapkan ilmu itu dan hadirkan solusi nyata,” jelasnya.
Rektor juga berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik universitas, membangun komunikasi harmonis dengan masyarakat setempat, serta menjaga kondisi fisik selama menjalankan tugas di wilayah barat Indonesia tersebut.
“Dari ujung timur ke ujung barat Indonesia tentu ada perbedaan waktu dan kondisi. Jaga kesehatan, dokumentasikan seluruh proses kegiatan dari awal hingga akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik,” pesannya.
Ia menambahkan, seluruh mahasiswa akan didampingi dosen pembimbing selama pelaksanaan program, sehingga setiap kendala di lapangan dapat dikoordinasikan secara efektif dan solutif.
Adapun mahasiswa yang tergabung dalam Tim PKM Tapsel 2026 yakni Siti Nurhasanah, Khoiryah Miagori Siregar, Eljumita J. Abuhar, Amelia Abdul Kadir, Fadrin La Songo, dan Fidya Allizha.
Sementara tim dosen pendamping terdiri atas Apt. Amran Nur, S.Farm., M.Kes (Ketua), apt. Sandrawati, S.Si., M.Si., Abdul Hamid, S.Psi., M.Psi., Psikolog, serta apt. Aditya Sindu Sakti, S.Farm., M.Si.
Program ini diharapkan tidak hanya membantu pemulihan masyarakat pascabanjir, tetapi juga menjadi laboratorium pembelajaran nyata bagi mahasiswa dalam menumbuhkan empati, profesionalisme, dan integritas sebagai calon tenaga kesehatan masa depan.



Tinggalkan Balasan