Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Babullah Ternate mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan wilayah Maluku Utara.

Peringatan tersebut berlaku mulai 18 Maret 2026 pukul 09.00 WIT hingga 21 Maret 2026 pukul 09.00 WIT. BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca maritim yang berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran.

Dalam rilis resminya, BMKG menjelaskan bahwa kondisi sinoptik menunjukkan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 6–25 knot. Sementara itu, di wilayah selatan, angin bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 6–30 knot.

Akibat kondisi tersebut, gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan, di antaranya perairan Ternate, barat daya Obi, utara Taliabu, timur Obi, barat Kayoa, tenggara Obi, barat Bacan, timur Sanana, barat laut Obi, Teluk Kao, timur laut Obi, serta utara Mangole.

Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi, yakni mencapai 2,5 hingga 4 meter, berpotensi terjadi di perairan barat laut Morotai, Kepulauan Loloda, tenggara Morotai, perairan Gebe, timur laut Morotai, Kepulauan Batang Dua, timur Kepulauan Halmahera, serta perairan Halmahera Barat.

BMKG menegaskan bahwa kondisi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan diminta waspada apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Kapal tongkang perlu berhati-hati saat angin mencapai 16 knot dan gelombang 1,5 meter, sementara kapal ferry berpotensi terdampak jika angin mencapai 21 knot dengan gelombang setinggi 2,5 meter.

Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim terbaru dari BMKG serta meningkatkan kewaspadaan guna menghindari risiko kecelakaan di laut.

Redaksi
Editor
Redaksi
Reporter