Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera Timur terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan sehat sejak usia dini. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) dalam program B2SA Goes to School yang digelar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Maba, Kecamatan Kota Maba, Rabu (5/8/2026).
Program ini menjadi kegiatan perdana yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan Halmahera Timur sebagai langkah strategis menanamkan pola makan sehat kepada anak-anak sejak bangku sekolah dasar. Melalui edukasi tersebut, para siswa diajak memahami pentingnya memilih makanan yang bergizi, aman dikonsumsi, serta mampu menunjang pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera Timur, Nurmala Tajuddin, mengatakan bahwa program B2SA Goes to School bertujuan membangun pemahaman anak-anak mengenai pentingnya menerapkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa apa yang mereka makan dan minum harus benar-benar bergizi. Asupan gizi yang baik sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tubuh, perkembangan otak, serta kemampuan anak dalam belajar dan berpikir,” ujarnya.
Menurut Nurmala, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur melalui Dinas Ketahanan Pangan memiliki komitmen untuk terus mengedukasi masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah, agar memahami pentingnya mengonsumsi pangan yang memenuhi prinsip B2SA.
Ia menjelaskan bahwa siswa sekolah dasar merupakan kelompok usia yang sedang berada pada masa pertumbuhan sekaligus masa emas dalam proses belajar. Karena itu, penerapan pola konsumsi B2SA menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mencegah terjadinya stunting.
“Anak-anak SD merupakan generasi penerus yang sedang berada pada masa pertumbuhan. Dengan menerapkan pola konsumsi B2SA, mereka akan memperoleh gizi yang cukup sehingga dapat tumbuh sehat, cerdas, aktif, dan terhindar dari risiko stunting,” jelasnya.
Selain memberikan edukasi kepada siswa, Nurmala juga mengajak para orang tua dan tenaga pendidik untuk berperan aktif dalam membiasakan anak mengonsumsi makanan sehat setiap hari. Menurutnya, keberhasilan penerapan pola konsumsi B2SA tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan sekolah.
“Kami berharap orang tua dan para guru dapat bersama-sama membiasakan anak-anak mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Dengan demikian, kita dapat menciptakan generasi Halmahera Timur yang sehat, cerdas, berkualitas, dan siap menjadi penerus pembangunan daerah,” tutupnya.
Melalui program B2SA Goes to School, Dinas Ketahanan Pangan Halmahera Timur berharap budaya mengonsumsi pangan sehat dapat tertanam sejak dini, sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang lebih baik di masa mendatang.






Tinggalkan Balasan