Musim kemarau yang melanda wilayah pegunungan Kota Tidore Kepulauan mulai memukul kebutuhan dasar masyarakat. Di Kelurahan Topo, Kecamatan Tidore, warga kini harus menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kelurahan Topo bersama PT BPRS Bobato Lestari bergerak menyalurkan bantuan air bersih secara gratis kepada warga yang terdampak.

Setiap rumah penerima mendapatkan satu tangki air bersih berkapasitas 3.200 liter. Bantuan itu diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga yang selama musim kemarau terpaksa mengeluarkan biaya cukup besar untuk membeli air.

Kepala Kelurahan Topo, M. Ade Bahtiar, mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan warga yang paling membutuhkan.

“Alhamdulillah, dari kerja sama ini kami sudah mendistribusikan air bersih ke rumah-rumah warga. Kami berharap semua rumah di Kelurahan Topo bisa terdistribusi,” ungkap Ade.

Hingga saat ini, bantuan telah menjangkau 65 rumah dari total lebih dari 400 rumah yang berada di Kelurahan Topo.
Pada tahap pertama, distribusi diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu, janda, lanjut usia (lansia), serta warga yang benar-benar merasakan dampak kekeringan akibat musim kemarau.

“Di tahap pertama ini, kami fokus bagi mereka yang kurang mampu. Insya Allah jika ada bantuan dari pihak lain, maka kami usahakan untuk semua rumah mendapat bagian air bersih,” katanya.

Ade menegaskan, Pemerintah Kelurahan Topo sebagai perpanjangan tangan Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Ahmad Laiman memiliki tanggung jawab untuk bergerak cepat ketika masyarakat menghadapi persoalan kebutuhan dasar.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mewujudkan Tidore sebagai kota yang aman, nyaman, dan ramah dalam lima tahun ke depan.

Dukungan terhadap warga juga datang dari PT BPRS Bobato Lestari. Direktur Utama PT BPRS Bobato Lestari, Husni Abdul Halim, mengatakan penyaluran air bersih merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan akibat kemarau.

Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan air warga, tetapi juga mampu mengurangi beban pengeluaran masyarakat.

“Semoga bantuan ini menjadi berkah dan bermanfaat untuk warga di Kelurahan Topo,” ujarnya.

Bagi warga penerima, bantuan tersebut menjadi kabar baik di tengah kondisi kemarau yang belum berakhir.

Salah seorang warga, Ima, mengaku sangat terbantu dengan adanya distribusi air bersih tersebut. Ia mengungkapkan, selama musim kemarau dirinya sudah dua kali membeli air bersih dengan harga mencapai Rp300 ribu per tangki. Kondisi itu tentu menjadi beban tersendiri bagi keluarga, terlebih jika musim panas berlangsung lebih lama.

“Kalau musim panas ini terus berlanjut, tentu kami dan keluarga sangat kesulitan mendapatkan air bersih,” ujarnya.

Ima pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kelurahan Topo serta PT BPRS Bobato Lestari yang telah hadir menjawab kebutuhan dasar warga.

“Terima kasih banyak kami sampaikan kepada Pak Lurah dan pihak PT BPRS Bobato Lestari yang sudah menjawab kebutuhan dasar warga di Kelurahan Topo,” tandasnya.

Bantuan 3.200 liter air untuk setiap rumah menjadi sangat berarti bagi warga Topo. Di tengah kemarau yang mengeringkan sumber-sumber air, setetes demi setetes bantuan tersebut menjadi harapan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Andi Naser
Editor
Andi Naser
Reporter