Ikatan Keluarga Tidore (IKT) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-I di Subaim, pada Sabtu 5 September 2026.
Mubes perdana ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Tidore di Halmahera Timur untuk memperkuat persaudaraan, menyatukan visi, sekaligus menentukan arah organisasi ke depan.
Kegiatan yang mengusung tema “Tingkatkan Sinergitas, Menguatkan Tradisi, Berkontribusi untuk Daerah” tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Timur yang hadir mewakili Bupati Halmahera Timur.
Mubes tidak hanya menjadi forum organisasi untuk memilih kepengurusan baru, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi bagi keluarga besar Tidore agar keberadaan IKT semakin memberi manfaat bagi anggotanya maupun masyarakat Haltim secara luas.
Dalam agenda pemilihan Ketua IKT Kabupaten Halmahera Timur, dua calon yang telah dinyatakan lolos tahapan pendaftaran akan bersaing memperebutkan kursi ketua.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, mengingatkan bahwa perbedaan pilihan tidak boleh menjadi alasan untuk memutus tali persaudaraan.
Saat membuka kegiatan, Sekda menyampaikan pesan Bupati agar seluruh rangkaian Mubes berlangsung secara tertib, demokratis, dan tetap menjunjung tinggi semangat kekeluargaan.
Menurutnya, dinamika dan perbedaan pilihan merupakan sesuatu yang wajar dalam sebuah organisasi. Yang terpenting, kata dia, seluruh anggota tetap menjaga persatuan dan tidak membawa kepentingan politik praktis ke dalam tubuh paguyuban.
“Organisasi paguyuban adalah organisasi kekeluargaan. Karena itu, harus jauh dari urusan politik praktis. Paguyuban merupakan wadah untuk saling mendukung, saling membantu dan membesarkan seluruh anggota,” tegasnya.
Sekda berharap IKT Haltim tidak berhenti sebagai wadah silaturahmi semata. Lebih dari itu, organisasi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Salah satu program yang dapat menjadi inspirasi, menurutnya, adalah Barifola, program yang digagas Pengurus IKT Provinsi Maluku Utara. Program tersebut dinilai mampu menerjemahkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial dalam bentuk aksi nyata.
Semangat Barifola, kata Sekda, dapat diadaptasi oleh IKT Haltim sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Dengan begitu, keberadaan IKT tidak hanya memperkuat identitas dan tradisi masyarakat Tidore, tetapi juga ikut mengambil peran dalam pembangunan daerah.
“Pemerintah Daerah sangat terbuka untuk membangun kolaborasi dengan seluruh organisasi paguyuban, termasuk IKT. Sinergi yang baik tentunya akan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Halmahera Timur,” ujarnya.
Khusus kepada dua calon Ketua IKT Haltim, Sekda berpesan agar kontestasi tidak berubah menjadi ajang untuk saling menjatuhkan. Terlebih, kedua calon merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk menunjukkan kedewasaan dalam berorganisasi.
“Keduanya adalah ASN, sehingga harus memberikan contoh yang baik dalam berorganisasi. Siapapun yang terpilih nantinya harus didukung bersama,” pesannya.
Menurutnya, kemenangan dalam sebuah pemilihan bukanlah tujuan akhir. Jauh lebih penting adalah bagaimana pemimpin yang terpilih mampu merangkul seluruh anggota, menyatukan perbedaan, dan membawa organisasi menjadi semakin solid.
Sebab, Mubes bukan sekadar tentang siapa yang memperoleh suara terbanyak. Di balik proses tersebut terdapat tanggung jawab yang lebih besar, yakni menjaga rumah bersama bernama IKT agar tetap menjadi ruang persaudaraan bagi keluarga besar Tidore di Halmahera Timur.
Mubes I IKT Haltim pun diharapkan mampu melahirkan kepengurusan yang kuat, demokratis, dan mampu menjaga nilai-nilai tradisi Tidore.
Pada saat yang sama, organisasi tersebut diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bersama Pemerintah Daerah maupun berbagai elemen masyarakat.
Dengan semangat sinergitas, tradisi, dan kontribusi, IKT Haltim diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan menjaga identitas keluarga Tidore, tetapi tumbuh sebagai kekuatan sosial yang ikut mengambil bagian dalam mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Halmahera Timur.






Tinggalkan Balasan