Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tidore Kepulauan, mengaku terkendala Operasional Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah ancaman kebakaran hutan akibat kemarau panjang sekarang.
Berdasarkan data sejak 30 Agustus hingga 1 September 2026 kondisi vegetasi yang kering berpotensi menyebabkan api cepat merembet luas jika terjadi kebakaran, hal tersebut dapat menyulitkan proses pemadaman.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Tidore Kepulauan, Burhani Abdullah, mengatakan kebakaran terjadi di sejumlah titik dengan kondisi lahan yang cukup kering.
“Kondisi vegetasi yang kering membuat api cepat merembet,” tutur Burhani pada Rabu (2/9/2026).
Kata Burhani pada 30 Agustus 2026, kebakaran terjadi di dua kelurahan, yakni Soa-Sio dan Tongowai Kota Tidore Kepulauan.
Di Kelurahan Soa-Sio, kebakaran terjadi di kawasan Benteng Tore sekitar pukul 13.45 WIT. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan.
Sementara di Kelurahan Tongowai, kebakaran terjadi sekitar pukul 14.30 WIT. Terdapat dua titik api, masing-masing berada di samping Masjid Tanjung Tongowai dan di belakang Depot Pertamini Tanjung Tongowai.
“Di Tongowai, petugas dibantu warga dan aparat TNI-Polri memadamkan api. Sampai sekitar pukul 21.00 WIT, api baru berhasil dipadamkan,” ujar Burhani.
Selain menghadapi kondisi lahan yang kering, petugas pemadam juga dihadapkan pada keterbatasan anggaran operasional, terutama untuk kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk armada.
Burhani mengungkapkan, armada pemadam kebakaran sebenarnya tersedia, namun keterbatasan BBM menjadi salah satu kendala dalam mendukung mobilitas petugas ketika terjadi kebakaran.
“Armada ada, tetapi minyak yang tidak ada. Kadang BPBD juga membantu menyumbangkan minyak,” ungkapnya.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca dan vegetasi yang kering.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Kondisi vegetasi yang kering membuat api cepat merambat dan berpotensi menyebabkan kebakaran meluas,” pungkas Burhani.






Tinggalkan Balasan