Persaingan memperebutkan kursi Ketua DPD Partai Golkar Kota Tidore Kepulauan mulai menghangat. Tiga nama resmi mengembalikan berkas pencalonan, yakni Naser Rabo, Suldin Falabessy, dan Ansar Hamisi. Ketiganya kini masuk dalam tahapan verifikasi administrasi menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Tidore.
Munculnya tiga bakal calon dengan latar belakang berbeda membuat bursa kepemimpinan Golkar Tidore menjadi perhatian. Naser Rabo merupakan anggota DPRD aktif Kota Tidore Kepulauan, sedangkan Suldin Falabessy pernah menjabat Ketua DPD Partai Golkar Tidore periode 2020–2025. Sementara itu, Ansar Hamisi turut meramaikan persaingan memperebutkan posisi strategis di tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut.
Ketua Steering Committee (SC) Musda Golkar Tidore, Julkifli Husen, mengatakan tahapan pendaftaran dibuka pada Jumat, 9 Oktober 2026, hingga pukul 22.00 WIT. Adapun pengembalian berkas dibatasi hingga pukul 18.00 WIT. Sampai batas waktu berakhir, tiga bakal calon tersebut telah menyerahkan berkas kepada panitia.
Sementara itu, Al Irsyad yang sebelumnya telah mengambil formulir pendaftaran tidak mengembalikan berkas hingga tenggat berakhir. Dengan demikian, panitia akan melanjutkan proses pencalonan terhadap tiga bakal calon yang telah mengembalikan berkas.
Persaingan kini memasuki tahapan verifikasi administrasi. Berkas ketiga bakal calon akan diperiksa oleh tim verifikasi, sebelum hasilnya diumumkan dalam sidang pleno III Musda Partai Golkar Kota Tidore Kepulauan.
“Berkas yang diterima akan diperiksa oleh tim verifikasi, kemudian diumumkan pada tahapan paripurna atau sidang pleno III Musda Partai Golkar,” kata Julkifli.
Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses pencalonan. Ketiga bakal calon harus mengikuti mekanisme organisasi yang berlaku sebelum proses Musda berlanjut ke agenda berikutnya.
Di tengah dinamika pencalonan, kepastian waktu pelaksanaan Musda justru masih menjadi tanda tanya. Agenda yang semula direncanakan berlangsung pada 11 Oktober 2026 berdasarkan rekomendasi DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Utara, terpaksa diundur hingga waktu yang belum ditentukan.
Julkifli mengatakan panitia masih menunggu arahan dari DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Utara untuk menentukan jadwal pelaksanaan berikutnya.
“Untuk waktu pelaksanaan Musda, kami belum bisa memastikan. Sebenarnya sesuai rencana dan rekomendasi DPD Provinsi pada 11 Oktober, tetapi karena sesuatu dan lain hal, pelaksanaannya diundur. Jadi, Musda ini menyesuaikan dengan arahan DPD Provinsi,” ungkapnya.
Meski jadwal belum ditetapkan kembali, lokasi Musda direncanakan berlangsung di Aula Penginapan Bogenvil, Kota Tidore Kepulauan.
Dengan tiga bakal calon yang telah mengembalikan berkas, persaingan menuju kursi Ketua DPD Partai Golkar Tidore kini memasuki tahapan penting. Hasil verifikasi dan kepastian jadwal Musda menjadi dua hal yang dinantikan sebelum proses penentuan kepemimpinan partai berlanjut.


Tinggalkan Balasan