Kota Tidore Kepulauan, menempati posisi kedua dalam tingkat kegemaran membaca masyarakat di Provinsi Maluku Utara berdasarkan survei Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

Capaian tersebut menempatkan Tidore di bawah Kota Ternate, sekaligus menjadi indikator perkembangan literasi di daerah tersebut.

Berdasarkan hasil survei tersebut, tingkat kegemaran membaca masyarakat Kota Tidore Kepulauan tercatat pada angka 1.295. Meski berada di posisi kedua, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan budaya membaca agar semakin mengakar di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Kota Tidore Kepulauan, Zulkifli Ohorella, mengatakan pihaknya terus berupaya mendorong peningkatan kegemaran membaca melalui berbagai program, salah satunya dengan membangun kebiasaan berkunjung ke perpustakaan sejak usia dini.

“Upaya tersebut dilakukan melalui penyusunan jadwal kunjungan perpustakaan bagi peserta didik, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA),” ungkapnya.

Menurut Zulkifli, pengenalan perpustakaan kepada peserta didik menjadi salah satu langkah penting untuk menumbuhkan ketertarikan terhadap buku sekaligus membangun kebiasaan membaca sejak dini.

Selain menyasar lingkungan sekolah, Dinas Perpustakaan Daerah Kota Tidore Kepulauan juga memperkuat pendekatan dengan komunitas pegiat literasi. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan gerakan membaca, sehingga tidak hanya terpusat di sekolah dan perpustakaan.

Zulkifli mengungkapkan, saat ini terdapat 12 komunitas literasi yang telah terdata di Kota Tidore Kepulauan. Keberadaan komunitas tersebut dinilai menjadi potensi besar untuk mendorong peningkatan budaya literasi melalui kegiatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Untuk meningkatkan minat baca di Kota Tidore, kami sendiri sudah melakukan pendekatan dengan beberapa komunitas pegiat literasi. Yang terdata saat ini ada 12 komunitas literasi. Ke depan, kami akan mengajak mereka untuk berkolaborasi demi mengupayakan agar kegemaran membaca semakin meningkat di Kota Tidore,” ungkap Zulkifli, Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan, kolaborasi antara pemerintah dan komunitas literasi diharapkan dapat menghadirkan lebih banyak kegiatan membaca yang kreatif dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Di sisi lain, pemanfaatan sistem literasi berbasis digital juga memberikan kemudahan dalam mendeteksi serta memantau perkembangan kegemaran membaca masyarakat. Dengan dukungan teknologi dan keterlibatan berbagai pihak, upaya peningkatan literasi diharapkan dapat berjalan lebih terarah.

Zulkifli berharap, capaian Tidore yang berada di posisi kedua di Maluku Utara dapat menjadi motivasi untuk terus memperkuat program literasi, sekaligus mendorong masyarakat menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Harapan saya, semoga membaca buku bisa menjadi kebiasaan masyarakat Kota Tidore, karena dengan membaca kita bisa mengenal dunia,” tutupnya.

Redaksi
Editor
Redaksi
Reporter