Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, menyampaikan kualitas udara mulai membaik di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Meski sejumlah wilayah mengalami perubahan status dari tidak sehat menjadi sedang, masyarakat diimbau tetap waspada karena kondisi udara belum sepenuhnya aman bagi kesehatan.

Berdasarkan hasil pengukuran kualitas udara yang dilakukan oleh 10 puskesmas di Kota Tidore Kepulauan pada Rabu 21 Oktober 2026, sebagian wilayah di delapan kecamatan menunjukkan tren perbaikan. Pemantauan kali ini difokuskan pada lingkungan sekolah sebagai pusat aktivitas pendidikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Saiful Salim, mengatakan kondisi kualitas udara di empat kecamatan di Pulau Tidore secara umum mulai membaik. Sebagian besar wilayah yang sebelumnya berada dalam kategori tidak sehat kini berangsur masuk kategori sedang.

“Namun, perbaikan tersebut belum merata di seluruh wilayah. Kecamatan Tidore Utara, khususnya wilayah kerja Puskesmas Rum Balibunga, masih mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat,” jelasnya.

Sementara itu, hasil pengukuran di wilayah kerja Puskesmas Ome menunjukkan sejumlah sekolah telah mengalami perbaikan dengan kualitas udara berstatus sedang. Secara umum, kondisi udara di Pulau Tidore mulai membaik, meskipun masih terdapat wilayah yang perlu mendapat perhatian serius.

Tren perbaikan juga terpantau di empat kecamatan di daratan Oba. Kendati sebagian besar wilayah masih berada dalam kategori tidak sehat, kondisi tersebut lebih baik dibandingkan sebelumnya yang sempat mencapai kategori sangat tidak sehat.

Saiful menjelaskan, hasil pemantauan kualitas udara menjadi salah satu dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan publik, terutama untuk melindungi masyarakat dari dampak pencemaran udara akibat karhutla.

Selain itu, data pemantauan tersebut juga menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan sistem peringatan dini agar masyarakat dapat mengantisipasi risiko kesehatan akibat memburuknya kualitas udara.

Meski kondisi udara menunjukkan tren positif, Saiful menegaskan masyarakat tidak boleh lengah. Protokol kesehatan tetap perlu diterapkan selama kualitas udara belum kembali ke kategori sehat.

“Saya berharap semua warga tetap mematuhi protokol kesehatan. Jangan mengabaikannya karena meskipun kualitas udara berangsur membaik, kondisinya belum dikategorikan sehat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika berada di wilayah yang masih terdampak asap karhutla.

Perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, termasuk asma. Kelompok tersebut dinilai perlu lebih berhati-hati untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara.

Selain menggunakan masker, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih serta menjaga asupan buah dan sayuran guna mendukung daya tahan tubuh selama kondisi udara belum sepenuhnya pulih.

Saiful juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan, seperti batuk, pilek, sesak napas, maupun keluhan lainnya yang muncul selama paparan asap karhutla.

“Jangan menunggu kondisi semakin parah. Jika mengalami gangguan pernapasan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan,” tandasnya.

Pemerintah berharap masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan, terutama di lingkungan sekolah dan kawasan permukiman, hingga kualitas udara di Kota Tidore Kepulauan benar-benar kembali ke kategori sehat.

Andi Naser
Editor
Andi Naser
Reporter