Di tengah derasnya arus modernisasi, sebuah karya videografi dari Desa Waci, Kecamatan Maba Selatan, hadir mengingatkan pentingnya menjaga akar budaya yang diwariskan leluhur. Lewat video berjudul “Kambing dalam Warisan Leluhur”, Iksan Kakiet atau yang akrab disapa Paps berhasil meraih Juara I dalam Lomba Videografi yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Timur.
Karya tersebut mencuri perhatian dewan juri karena mampu menyajikan kekayaan budaya lokal dalam balutan visual yang kuat dan sarat makna. Tak sekadar menampilkan tradisi, video itu mengajak masyarakat untuk memahami bahwa warisan budaya adalah identitas yang harus dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
Bagi Paps, penghargaan yang diraih bukan hanya soal kemenangan dalam sebuah perlombaan. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya pelestarian budaya yang selama ini hidup dan terus dijaga oleh masyarakat Desa Waci.
“Saya sangat bersyukur atas penghargaan ini. Video ‘Kambing dalam Warisan Leluhur’ dibuat dengan tujuan mengangkat salah satu warisan budaya yang masih dijaga oleh masyarakat Desa Waci. Saya berharap karya ini bisa menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya leluhur,” ujarnya.
Pria yang juga dikenal sebagai pencetus logo HUT ke-23 Halmahera Timur itu mengungkapkan bahwa proses produksi video dilakukan dengan pendekatan budaya yang kuat. Kamera tidak hanya merekam aktivitas masyarakat, tetapi juga menelusuri jejak sejarah dan nilai-nilai yang hidup dalam tradisi masyarakat Waci.
Mulai dari kisah Lolos Kabil, situs-situs yang memiliki nilai historis, hingga lokasi ritual adat masyarakat Waci, seluruh elemen tersebut dirangkai menjadi sebuah narasi visual yang menggambarkan hubungan erat antara masyarakat dan warisan leluhurnya.
Melalui karya itu, Paps ingin menunjukkan bahwa tradisi bukan sekadar cerita masa lalu yang tersimpan dalam ingatan para tetua. Tradisi adalah bagian dari kehidupan yang terus hidup, membentuk identitas, serta menjadi pedoman sosial dan budaya bagi masyarakat hingga hari ini.
“Budaya adalah identitas kita. Melalui videografi, saya ingin menunjukkan bahwa tradisi yang diwariskan oleh leluhur memiliki nilai yang sangat berharga dan patut dijaga bersama,” tambahnya.
Lomba videografi yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-23 Halmahera Timur ini memang dirancang untuk mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang mampu mengangkat potensi daerah. Baik budaya, pariwisata, sejarah, maupun kehidupan sosial masyarakat, seluruhnya menjadi ruang ekspresi bagi para kreator lokal.
Keberhasilan “Kambing dalam Warisan Leluhur” menjadi Juara I membuktikan bahwa kreativitas dan teknologi dapat berjalan beriringan dalam upaya pelestarian budaya. Melalui lensa kamera, nilai-nilai yang diwariskan para leluhur tidak hanya terdokumentasi, tetapi juga dapat diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas.
Dari Desa Waci, sebuah pesan penting kembali digaungkan: warisan budaya bukan untuk dilupakan, melainkan untuk dirawat, diceritakan, dan diwariskan. Dan melalui karya videografi, Paps telah membuktikan bahwa menjaga tradisi dapat dilakukan dengan cara yang kreatif, inspiratif, dan relevan dengan zaman.

Tinggalkan Balasan