Pembukaan resmi Gurabati Open Tournament (GOT) XXVIII Tahun 2026 berlangsung megah dan penuh kemeriahan di Stadion Gurabati, Kelurahan Gurabati, Kecamatan Tidore Selatan, Minggu (7/6/2026).
Ribuan penonton yang memadati stadion dibuat terpukau oleh penampilan tarian kolosal bertajuk “The Infinity League”, yang menjadi pembuka pesta sepak bola terbesar dan paling bergengsi di Maluku Utara.
Sejak sore hari, suasana Stadion Gurabati telah dipenuhi antusiasme masyarakat yang datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan seremoni pembukaan turnamen legendaris tersebut. Puncak kemeriahan terjadi saat ratusan penari lokal memasuki lapangan dan menampilkan pertunjukan kolosal yang memadukan kekayaan budaya daerah dengan sentuhan seni modern yang enerjik dan atraktif.
Gerakan yang dinamis, tata koreografi yang rapi, serta permainan warna dan musik yang memukau sukses menyita perhatian seluruh penonton. Gemuruh tepuk tangan dan sorak-sorai menggema di seluruh stadion, menandai suksesnya penampilan “The Infinity League” yang menjadi simbol semangat tanpa batas dalam dunia olahraga dan persatuan masyarakat.
Penampilan spektakuler tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya perburuan gelar juara Gurabati Open Tournament XXVIII, turnamen yang selama puluhan tahun telah menjadi ikon sepak bola rakyat di Maluku Utara.
Ketua Panitia GOT XXVIII Tahun 2026, Muhammad Ervan Ibrahim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pemuda, dan masyarakat Gurabati yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan turnamen tahun ini.
Menurutnya, keberlangsungan GOT hingga memasuki usia ke-37 tahun merupakan bukti nyata bahwa semangat kolektif masyarakat Gurabati dalam menjaga tradisi olahraga tetap terpelihara dengan baik dari generasi ke generasi.
“Sebanyak 28 kali penyelenggaraan, jika ditelisik maka rata-rata setiap tahun GOT selalu eksis dilaksanakan. Ini membuktikan bahwa komitmen dan spirit dari pemuda dan masyarakat Gurabati masih tetap konsisten melaksanakan dan merawat event ini,” ujar Ervan.
Ia berharap GOT tidak hanya menjadi agenda tahunan semata, tetapi juga mampu melahirkan inovasi baru dalam pengembangan olahraga serta menjadi wadah pembinaan pemain muda berbakat yang nantinya dapat mengharumkan nama Maluku Utara di tingkat nasional.
Sementara itu, Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, yang secara resmi membuka turnamen tersebut menegaskan bahwa Gurabati Open Tournament memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar kompetisi sepak bola.
Menurutnya, GOT merupakan ruang silaturahmi yang mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah, mempererat persaudaraan, sekaligus menanamkan nilai-nilai sportivitas kepada generasi muda.
Di hadapan ribuan penonton, Muhammad Sinen juga menyampaikan pesan khusus kepada para suporter agar menjaga semangat kebersamaan selama turnamen berlangsung.
“Kemenangan memang dicari, tetapi persaudaraan adalah yang utama. Saya mengajak seluruh suporter dan masyarakat untuk memberikan dukungan secara dewasa dan sportif. Mari kita bersama-sama menciptakan suasana pertandingan yang aman, tertib, dan kondusif agar turnamen ini sukses hingga partai final nanti,” tegasnya yang disambut riuh tepuk tangan penonton.
Dengan suksesnya pembukaan yang dikemas megah melalui pertunjukan “The Infinity League”, Gurabati Open Tournament XXVIII tidak hanya menghadirkan kompetisi sepak bola berkualitas, tetapi juga memperlihatkan kekuatan budaya, kreativitas, dan semangat persatuan masyarakat Tidore yang terus hidup dan berkembang.
Kini, perhatian publik Maluku Utara pun tertuju ke Stadion Gurabati, tempat lahirnya rivalitas sehat, persaudaraan, dan mimpi para pesepak bola yang akan berjuang memperebutkan trofi bergengsi GOT XXVIII Tahun 2026.

Tinggalkan Balasan