Hujan deras yang mengguyur wilayah Halmahera Timur, Maluku Utara, kembali memicu banjir lumpur di jalur utama penghubung Kecamatan Kota Maba, Kecamatan Maba hingga menuju Buli. Akibatnya, akses vital masyarakat lumpuh dan kendaraan kesulitan melintas. pada Selasa 19 Mei 2026.
Material lumpur bercampur batu menutupi sebagian badan jalan, membuat arus lalu lintas tersendat. Sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat bahkan memilih berhenti di tepi jalan karena khawatir kendaraan tergelincir di permukaan jalan yang licin.
Warga menduga material yang meluber ke jalan berasal dari kawasan aktivitas tambang milik PT Anglit Raya di sekitar jalur tersebut. Saat hujan dengan intensitas tinggi turun, air dari area perbukitan membawa lumpur dan bebatuan hingga meluncur ke ruas jalan utama.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi jalan berubah seperti kubangan lumpur. Endapan tanah tebal menutupi aspal dan membuat kendaraan harus melaju perlahan untuk menghindari kecelakaan.
“Kalau hujan deras, jalan pasti penuh lumpur dan batu. Kendaraan susah lewat dan sangat berbahaya. Ini bukan baru sekali terjadi,” kata Burhanudin, warga Desa Mabapura.
Menurutnya, kejadian serupa terus berulang setiap musim hujan tanpa ada penanganan serius. Warga pun mulai resah karena jalur tersebut merupakan akses utama yang setiap hari digunakan masyarakat untuk beraktivitas.
Tak hanya mengganggu perjalanan warga, jalur Maba–Buli juga menjadi urat nadi distribusi barang dan mobilitas antarwilayah di Halmahera Timur. Jika kondisi terus dibiarkan, warga khawatir kerusakan jalan akan semakin parah dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
Masyarakat menilai perusahaan tambang seharusnya memiliki sistem pengendalian lingkungan yang memadai agar material dari area tambang tidak terbawa arus hujan hingga ke jalan umum.
“Harus ada solusi permanen. Jangan setiap musim hujan masyarakat yang jadi korban,” keluh seorang pengendara di lokasi.
Warga kini mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur segera turun tangan mengevaluasi dampak aktivitas pertambangan di sekitar jalur Maba–Buli. Mereka berharap pemerintah dan pihak perusahaan segera mengambil langkah nyata agar akses utama masyarakat tetap aman dilalui, terutama saat cuaca ekstrem melanda.
Bagi warga, banjir lumpur ini bukan lagi sekadar persoalan musiman, melainkan ancaman serius terhadap keselamatan dan aktivitas ekonomi masyarakat Halmahera Timur.



Tinggalkan Balasan