Gemerlap pesta penutupan The Infinity League Gurabati Open Tournament (GOT) XXVIII Tahun 2026 menjadi penanda berakhirnya salah satu turnamen sepak bola paling bergengsi di Maluku Utara. Ribuan penonton yang memadati Stadion Gurabati, Kelurahan Gurabati, Kecamatan Tidore Selatan, Rabu (15/7/2026), dibuat terpukau oleh rangkaian Closing Ceremony yang spektakuler.

Penutupan resmi dilakukan oleh Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, disaksikan Wakil Bupati Halmahera Utara Hi. Kasman Hi. Ahmad, Kapolresta Tidore Kombes Pol. Ampi Mesias Von Bullow, S.I.K., M.H., Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Ade Kama, unsur Forkopimda, tamu undangan, serta ribuan pecinta sepak bola dari berbagai daerah.

Momen puncak GOT XXVIII diawali dengan laga grand final yang mempertemukan Porto FC dari Kecamatan Tidore Selatan melawan Rajawali Simau asal Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara. Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal hingga akhirnya Porto FC memastikan diri sebagai juara setelah menaklukkan Rajawali Simau dengan skor 2-1.

Atas kemenangan tersebut, Porto FC berhak membawa pulang piala tetap, medali emas, serta bonus pembinaan sebesar Rp150 juta. Sementara Rajawali Simau sebagai runner-up memperoleh piala tetap, medali perak, dan bonus Rp100 juta. Adapun posisi juara ketiga bersama diraih Perstug FC dan FR FC, yang masing-masing menerima piala tetap serta bonus sebesar Rp50 juta.

Penghargaan individu juga diberikan kepada para pemain terbaik sepanjang turnamen. Mufdi Iskandardari Porto FC dinobatkan sebagai Top Scorer dengan koleksi 12 gol. Gelar Best Playerdiraih Alhalik Rauf dari Rajawali Simau, sedangkan Best Goalkeeper diberikan kepada Vili Ismanto dari Perstug FC. Ketiganya masing-masing menerima hadiah sebesar Rp5 juta.

Dalam sambutannya, Wali Kota Muhammad Sinen menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah berpartisipasi dan menjaga semangat sportivitas selama turnamen berlangsung. Menurutnya, GOT bukan sekadar ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan masyarakat Maluku Utara.

“Kami mengapresiasi seluruh tim yang telah hadir. Kehadiran peserta dari Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Kota Ternate, dan daerah lainnya menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga menjadi wadah mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi,” ujarnya.

Ia berharap seluruh pemain, ofisial, suporter, dan masyarakat pencinta sepak bola terus menjunjung tinggi nilai sportivitas dan menjadikan sepak bola sebagai perekat persatuan di Maluku Utara.

“Kami berharap pemain, ofisial, suporter, dan seluruh masyarakat menjadikan sepak bola sebagai ajang pemersatu sekaligus hiburan yang menjunjung tinggi sportivitas,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia GOT XXVIII, Ervan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, seluruh sponsor, aparat keamanan, serta masyarakat Kelurahan Gurabati yang telah memberikan dukungan penuh hingga turnamen berlangsung sukses.

Ia secara khusus mengapresiasi dukungan Wali Kota Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, serta para sponsor utama seperti PT Telkom, PT Avian Brands, Yayasan Nasab Foundation, dan PT Djarum. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para sponsor pendukung, di antaranya DPRD Kota Tidore Kepulauan, PT Antam Maluku Utara, Bank BRI Cabang Soasio, Bank Maluku Malut Cabang Soasio, PT Bank Bobato Lestari, PT Rusda Mitra Mandiri, KONI Maluku Utara, KONI Halmahera Timur, serta berbagai pihak lainnya yang turut menyukseskan penyelenggaraan GOT XXVIII.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Polresta Tidore Kepulauan, Kodim 1505/Tidore, serta seluruh masyarakat Kelurahan Gurabati yang telah bersama-sama menjaga keamanan dan kesuksesan turnamen ini,” katanya.

Di akhir sambutannya, Ervan menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan turnamen terdapat kekurangan maupun kekhilafan.

“Kami memohon maaf apabila selama penyelenggaraan turnamen terdapat kesalahan maupun kekhilafan. Semua itu tentu bukan atas rencana ataupun kesengajaan,” tuturnya.

Kemegahan Closing Ceremony GOT XXVIII semakin sempurna dengan suguhan hiburan spektakuler. Penampilan DJ VikryKiw, Muni Walanda, dan Syafril Harsani berhasil membakar semangat ribuan penonton. Tak hanya itu, sebanyak 265 penari dari berbagai wilayah di Kota Tidore Kepulauan, di bawah arahan pelatih M. Rizky Ibrahim, Ariyani Ridwan, dan Balgis Malabar, menyuguhkan tarian kolosal yang memadukan unsur budaya dan modernitas.

Kolaborasi cahaya, musik, dan tarian tersebut sukses menciptakan penutupan yang megah dan memukau, sekaligus menjadi akhir yang manis bagi perjalanan Gurabati Open Tournament XXVIII Tahun 2026.

Andi Naser
Editor
Rama
Reporter