Pemuda Kelurahan Bobo, Kota Tidore Kepulauan, kembali turun ke jalan menuntut kejelasan sejarah asal-usul masyarakat Bobo. Aksi unjuk rasa yang berlangsung pada Senin itu memanas setelah massa memblokade jalan utama Kota Tidore Kepulauan sebagai bentuk protes terhadap sikap Kesultanan Tidore dan lambannya penanganan laporan oleh aparat kepolisian.
Ratusan warga yang didominasi kalangan pemuda membawa spanduk dan berorasi secara bergantian di tengah jalan. Mereka mendesak pihak Kesultanan Tidore segera hadir untuk memberikan penjelasan terbuka terkait sejarah masyarakat Bobo yang belakangan menjadi perdebatan di ruang publik.
Tak hanya itu, massa juga meminta Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tidore Kepulauan segera menindaklanjuti laporan terhadap akun media sosial bernama D’FACTO yang diduga menyebut masyarakat Bobo sebagai orang Papua. Pernyataan tersebut dinilai memicu keresahan dan melukai harga diri masyarakat setempat.
“Kami meminta Sultan Tidore hadir menjelaskan sejarah masyarakat Bobo secara terbuka. Kami juga meminta Polresta Tidore menjelaskan bagaimana tindak lanjut laporan terkait akun D’FACTO,” tegas salah satu orator di hadapan massa aksi.
Akibat aksi blokade tersebut, arus lalu lintas di jalur utama Kota Tidore Kepulauan sempat lumpuh total. Sejumlah pengendara terpaksa mencari jalur alternatif, sementara aparat keamanan berupaya melakukan negosiasi agar akses jalan kembali dibuka.
Situasi sempat memanas ketika massa bertahan menutup jalan dan aparat mencoba membubarkan kerumunan secara persuasif. Meski demikian, bentrokan berhasil dihindari setelah tokoh masyarakat bersama aparat keamanan terus melakukan pendekatan dialogis kepada para demonstran.
Pengamanan ketat dilakukan oleh aparat kepolisian guna mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan maupun bentrokan di lokasi aksi. Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di lokasi sambil menunggu kehadiran pihak Kesultanan Tidore maupun penjelasan resmi dari Polresta Tidore Kepulauan.



Tinggalkan Balasan