Satu lagi talenta muda dari Kota Tidore Kepulauan mencuri perhatian di kancah sepak bola nasional. Ziad M. Bahri, striker muda asal Kelurahan Mareku, Kecamatan Tidore Utara, mendapat panggilan untuk mengikuti pemusatan latihan Tim Nasional U-16.
Kabar tersebut menjadi angin segar bagi sepak bola Maluku Utara. Ziad yang saat ini memperkuat Java United FC dipercaya masuk dalam proses persiapan pemain muda yang diproyeksikan untuk agenda sepak bola kelompok usia di level nasional dan internasional.
Pemanggilan Ziad tercantum dalam surat resmi PSSI tertanggal 31 Agustus 2026. Surat tersebut merupakan tindak lanjut dari proses seleksi pemain yang berlangsung di Training Center pada 27 Agustus 2026.
Dalam surat bernomor 4716/AGB/770/VIII-2026, PSSI meminta pemain kelahiran 2011 itu mengikuti pemusatan latihan di Surakarta, Jawa Tengah, yang dijadwalkan berlangsung mulai 12 September hingga 11 Oktober 2026.
Bagi Ziad, panggilan tersebut bukan sekadar kesempatan berlatih. Ini menjadi ujian sekaligus peluang untuk membuktikan kualitasnya di tengah persaingan ketat para pemain muda terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Berposisi sebagai striker, Ziad dituntut mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di hadapan tim pelatih. Kecepatan, ketajaman, keberanian dalam duel, serta kemampuan membaca permainan akan menjadi modal penting untuk bersaing mendapatkan tempat di skuad yang dipersiapkan PSSI.
Pemusatan latihan tersebut menjadi bagian dari program persiapan menghadapi berbagai agenda kompetisi kelompok usia, termasuk Elite Academy U18 musim 2026/2027, FIFA U15 Piala Dunia 2026, AFC U17 Asian Cup 2028, serta FIFA U15 Piala Dunia 2028.
Persaingan untuk masuk skuad utama tentu tidak mudah. Namun, kesempatan ini sekaligus menjadi panggung bagi Ziad untuk menunjukkan bahwa talenta dari daerah kepulauan mampu bersaing dengan pemain-pemain muda dari daerah lain.
Lahir dan tumbuh di Kelurahan Mareku, Ziad kini membawa cerita yang lebih besar. Perjalanannya menjadi bukti bahwa mimpi untuk menjadi pesepak bola profesional tidak harus dimulai dari kota-kota besar. Dari Mareku, Kecamatan Tidore Utara, langkah Ziad perlahan membawa namanya menuju panggung sepak bola nasional.
Kabar pemanggilan tersebut pun menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Tidore Kepulauan, khususnya keluarga, warga Mareku, dan masyarakat Kecamatan Tidore Utara.
Lebih dari sekadar prestasi pribadi, perjalanan Ziad diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di Tidore dan Maluku Utara. Bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk mengejar mimpi selama dibarengi kerja keras, disiplin, dan kemauan untuk terus berkembang.
Ziad M. Bahri berangkat dari Mareku dengan satu misi: bersaing, berkembang, dan membuka jalan menuju skuad Garuda.






Tinggalkan Balasan