Upaya serius memutus rantai penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) terus digencarkan di Kelurahan Gurabati. Melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan pemuda, pemerintah, lembaga pendidikan, hingga tenaga kesehatan, Fogging Tahap Dua resmi dilaksanakan sebagai langkah preventif menghadapi ancaman DBD yang mulai meresahkan masyarakat.

Kegiatan pengasapan ini merupakan hasil kolaborasi besar antara Ikatan Pemuda Pelajar Gurabati (IPPG), Pemerintah Kelurahan Gurabati, Badan Takmir se-Kelurahan Gurabati, Yayasan Nurul Ihsan, institusi pendidikan setempat, serta mendapat dukungan penuh dari Puskesmas Tomalou dan Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan.

Tim gabungan menyasar sejumlah titik vital yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan pendidikan. Area fogging meliputi TK Pembina Negeri 2 Kota Tidore, SD Negeri 1 Gurabati, SD Negeri 2 Gurabati, Kompleks Perumahan 50 Kelurahan Gurabati, hingga rumah-rumah warga yang terkonfirmasi terdampak virus DBD.

Langkah ini menjadi kelanjutan dari Fogging Tahap Pertama yang telah dilakukan pada Kamis, 30 April 2026 lalu, di lokasi yang sama. Pengulangan fogging dinilai penting untuk membasmi jentik nyamuk yang baru menetas sehingga siklus penyebaran nyamuk Aedes aegypti dapat diputus secara maksimal.

Ketua Umum IPPG, M. Noval Kasman, menegaskan bahwa keterlibatan pemuda dalam aksi kemanusiaan dan kesehatan lingkungan merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan masyarakat.

“Kami dari IPPG merasa terpanggil untuk turun langsung. Kolaborasi ini adalah bukti bahwa pemuda dan seluruh elemen masyarakat Gurabati tidak tinggal diam saat kesehatan warga terancam. Kami berharap fogging ini memberikan rasa aman, terutama bagi adik-adik kita yang sedang menempuh pendidikan di sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Gurabati, Muhammad Abdurrahim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kekompakan berbagai elemen masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi ancaman DBD.

“Pemerintah kelurahan sangat berterima kasih atas dukungan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Tomalou, serta kerja keras IPPG dan badan takmir. Namun, perlu diingat bahwa fogging hanyalah salah satu cara. Kami menghimbau masyarakat tetap konsisten melakukan Gerakan 3M Plus di rumah masing-masing agar Gurabati benar-benar bebas dari DBD,” tegasnya.

Pihak Puskesmas Tomalou juga mengingatkan bahwa fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa, sementara kebersihan lingkungan tetap menjadi kunci utama pencegahan DBD. Karena itu, keterlibatan sekolah-sekolah seperti SD Negeri 1 dan 2 Gurabati serta TK Pembina dalam menjaga sanitasi lingkungan diharapkan mampu menjadi contoh positif bagi masyarakat sekitar.

Dengan terbangunnya sinergi yang kuat antara pemuda, pemerintah, lembaga keagamaan, institusi pendidikan, dan tenaga kesehatan, masyarakat berharap angka kasus DBD di Kelurahan Gurabati dapat ditekan secara signifikan dan lingkungan tetap aman serta sehat bagi seluruh warga.