Di tengah ratusan wajah penuh harap yang bersiap menunaikan rukun Islam kelima, satu sosok muda dari Tidore mencuri perhatian. Namanya Khumaira Salatalohy. Usianya baru 15 tahun—jauh lebih muda dibandingkan jemaah lain yang umumnya telah menunggu puluhan tahun untuk berangkat ke Tanah Suci.

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan resmi melepas 114 Calon Jemaah Haji (CJH) untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Namun, di balik seremoni yang khidmat itu, terselip kisah haru yang membuat banyak orang terdiam: Khumaira berangkat bukan sekadar memenuhi panggilan ibadah, tetapi juga membawa amanah besar dari orang tuanya yang telah wafat.

Remaja asal Kelurahan Tuguwaji ini berangkat melalui mekanisme pelimpahan porsi—sebuah kesempatan yang diberikan kepada ahli waris untuk melanjutkan perjalanan haji yang telah didaftarkan oleh anggota keluarga yang meninggal dunia. Dalam hal ini, Khumaira menggantikan ibundanya.

Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Tidore Kepulauan, Indra Sehe Do Ali, menjelaskan bahwa seluruh CJH asal Tidore tahun ini tergabung dalam Kloter 13 Embarkasi Makassar. Ia menyebut, kisah Khumaira menjadi bagian paling menyentuh dalam pelepasan jemaah tahun ini.

“Ini bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga bentuk bakti dan amanah yang luar biasa dari seorang anak kepada orang tuanya,” ungkap Indra.

Perjalanan panjang pun telah menanti. Rombongan CJH dijadwalkan berangkat dari Tidore menuju Ternate pada 28 April 2026, kemudian melanjutkan ke Makassar pada 29 April, sebelum akhirnya terbang ke Madinah pada 30 April 2026.

Di usianya yang masih belia, Khumaira tak hanya membawa koper dan perlengkapan haji, tetapi juga harapan, doa, dan kerinduan yang belum sempat ditunaikan oleh ibunya. Langkah kecilnya menuju Tanah Suci menjadi simbol keteguhan hati dan keikhlasan yang begitu dalam.

Pemerintah berharap seluruh jemaah, khususnya Khumaira, dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur—membawa keberkahan, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi daerah yang mereka cintai.