Turnamen sepak bola paling bergengsi di Maluku Utara, Gurabati Open Tournament (GOT) XXVIII, dipastikan segera bergulir pada tahun 2026. Ajang yang dikenal luas sebagai “Piala Dunia Tarkam” ini kembali menjadi pusat perhatian masyarakat, seiring tingginya antusiasme penonton dan peserta dari berbagai daerah yang siap ambil bagian dalam kompetisi tahunan tersebut.
Kepastian pelaksanaan kian menguat setelah panitia menggelar audiensi resmi dengan jajaran Polresta Tidore Kepulauan, Jumat (1/5/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah aspek penting, mulai dari kelengkapan administrasi perizinan hingga strategi pengamanan selama turnamen berlangsung. Hal ini menjadi krusial mengingat GOT selalu menyedot ribuan penonton dan memiliki intensitas pertandingan yang tinggi.
Kapolresta Tidore Kepulauan, Ampi Mesias Von Bulow, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan turnamen tersebut. Ia menilai GOT bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam pembinaan generasi muda melalui olahraga. Menurutnya, sepak bola dapat menjadi media efektif untuk membentuk karakter disiplin, kerja sama tim, serta sportivitas di kalangan anak muda.
Ia juga memastikan bahwa proses penerbitan izin keramaian akan dipercepat agar tidak menghambat tahapan persiapan panitia. Dukungan dari kepolisian, lanjutnya, akan diiringi dengan penguatan pengamanan di lapangan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif.
Di sisi lain, Ketua Panitia GOT XXVIII, Muhammad Ervan Ibrahim, menegaskan bahwa pihaknya menempatkan aspek keamanan sebagai prioritas utama. Panitia bersama aparat keamanan telah merancang skema pengamanan terpadu yang melibatkan berbagai unsur, termasuk pengaturan arus penonton, penjagaan di titik-titik strategis, serta antisipasi potensi gangguan selama pertandingan.
Ervan menyebut, reputasi GOT sebagai “Piala Dunia Tarkam” tidak lepas dari konsistensi penyelenggaraan yang profesional selama ini. Oleh karena itu, panitia berkomitmen menjaga kualitas turnamen, baik dari sisi teknis pertandingan maupun kenyamanan penonton. Ia juga berharap seluruh tim peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas sehingga kompetisi berjalan sehat dan kompetitif.
Lebih jauh, GOT XXVIII diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan tahunan, tetapi juga menjadi panggung bagi lahirnya talenta-talenta muda sepak bola dari Maluku Utara. Dengan pembinaan yang berkelanjutan melalui turnamen seperti ini, peluang pemain lokal untuk menembus level nasional hingga profesional semakin terbuka lebar.
Dengan dukungan penuh dari kepolisian dan kesiapan panitia yang semakin matang, GOT XXVIII diyakini akan kembali menghadirkan atmosfer kompetisi yang semarak, aman, dan berkualitas, sekaligus mempertegas posisinya sebagai turnamen tarkam paling prestisius di Maluku Utara.
Penulis : Rama Wadas



Tinggalkan Balasan